• Posted by : Nicky juniyanti November 26, 2012

     

    Kenapa begitu menyakitkan? Ketika aku mulai merasakan cinta, orang yang kucintai malah kuberikan pada sahabatku sendiri. Sungguh sakit rasanya memendam cinta tanpa mengungkapkannya. Aku memang bodoh, aku yang membuat mereka jadian, tapi aku yang menderita. Aku menyesal telah membuat mereka jadian, tapi apa dayaku aku tak berani merebut pacar sahabatku sendiri. Apalagi aku yang menjadi Mak Comblang sehingga mereka jadian dan apa aku juga yang harus membuat mereka berpisah? Dan membuat persahabatanku hancur ? Oh…. Tidak aku tidak mau ini terjadi. Biarlah aku yang menderita asalkan persahabatanku tidak hancur hanya karena pria. Kenalin nama aku Nadia Clarista Putri aku anak tunggal dari keluarga yang berada. Ayah dan ibuku adalah pebisnis yang sering bolak –balik keluar negeri. Aku kelas 2 di SMA yang terkenal di kotaku yaitu SMA 1 JAYA WIJAYA. Aku itu anaknya baik, cantik, pintar dan ceria. Aku mempunyai sahabat yang bernama Tania Delsiana Putri dia sahabatku sejak SD. Kami sering dikira anak kembar karena muka dan nama kita yang hampir mirip. Dan di sekolahku ada cowok yang terkenal Cool dan Pintar nyanyi dia bernama Bisma Karisma dia terkenal jutek pada semua orang makanya banyak yang tidak suka berteman dengannya. Sudah dulu perkenalannya yach. Back to story : Aku kesekolah dengan menggunakan mobil sportku. Sampai di parkiran sekolah aku melihat Tania yang sedang menunggu sambil berdiri didepan mobilnya. Aku turun dan menyapanya. ”Hay, Tania. Udah lama menunggu yach?”kataku sambil menghampirinya. ”Ngak juga tuch. Kita kekelas yuuk.” ”okey”. Sampai dikelas aku dan Tania langsung duduk di bangku kebetulan kami duduk sebangku. Tak berapa lama kami duduk belpun berbunyi menandakan jam pertama akan dimulai. Jam pertama adalah jam pelajaran Pak Rahmat guru matematika yang terkenal killer. “Pagi anak-anak” sapa Pak Rahmat “Pagi Pak” jawab seluruh siswa serempak. “Hari ini kita akan mulai materi baru, tapi sebelum kita mulai saya akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok dulu. Karena pada materi baru ini saya ingin agar kalian dapat menyelesaikan tugas yang akan saya berikan secara kelompok.” Kata Pak Rahmat panjang lebar. Setelah pembagian kelompok ternyata aku tidak sekelompok sama Tania malahan aku satu kelompok sama bisma anak yang terkenal cool di sekolahku. ” Okey sekarang kalian duduk di kelompok masing-masing.” komando pak rahmat. Saat duduk kelompok ternyata aku duduk disamping bisma, aku sich santai saja walaupun dia cowok cool tapi akau tidak tertarik dengannya. ” Kamu kelompok disini juga yach, Nadia.” Sapa Bisma saat aku duduk disampingnya. “Iya emang kenapa, kamu ngak suka?” Kata Nadia jutek. ”Ngak sich.” Kata Bisma singkat. ” Wah kesempatan buat ngorek informasi mengenai Tania nich” Kata Bisma dalam hati. Memang Bisma,Tania dan Nadia sekelas , tapi mereka tidak terlalu akrab dan saling cuek.satu sama lain. “Nad, kamu dan Tania udah temenan lama yach? “ Tanya Bisma pada Nadia. ” Iya , mank kenapa?”. Jawab Nadia singkat. ” Jadi kamu tahu dong, apa yang disukai Tania ?” Tanya Bisma ragu kalau Nadia akan tahu kalau dia ingin mengorek informasi tentang Tania. ” Ya jelas taulah aku dan Tania udah sahabatan sejak SD. Emang kenapa kamu Tanya- tanya? Kamu suka yach sama Tania.” Tanya Nania sambil nunjuk Bisma. “Hmmmpt. Iya sich. Tapi kamu jangan beritahu Tania dulu yach. Aku takut dia bakalan tolak aku. Karena setiap lihat aku dia jutek banget.” “ Emang Tania rada ngak suka sama kamu. Tapi aku rasa kamu cocok kok sama Tania.” Kata Nadia meyakinkan Bisma. “ Yang benar aku cocok sama Tania?” Tanya bisma dengan semangat. Tapi sebelum Nadia menjawab pertanyaan Bisma mereka keburu di tegur Pak Rahmat karena mereka hanya asyik mengbrol dan tidak memperhatikan apa yang di jelaskan. “Bisma, Nadia kenapa kalian ngorol terus? Kalau ingin ngobro lebih baik keluar!.” Tegur Pak Rahmat mengagetkan Bisma dan Nadia. “iya pak kita akan diam.” Jawab Bisma dan Nadia bersamaan. Bel istrahat pun berbunyi. Tania pergi ke perpustakaan karena di suruh Pak Rahmat mencari buku materi. Sedang Bisma menghampiri Nadia untuk membahas masalah yang tadi. Tapi Nadia mengajak Bisma bicara di Taman agar nyaman. “Nad, apa benar kalau aku sama Tania itu cocok?” Tanya Bisma pada Nadia setelah mereka sampai di taman belakang. “Itu menurut aku sich. Tapi aku ngak tahu kalau Tania mau apa tidak dengan kamu.” “Yach. Jadi ngak semangat dech…” “Kok ngak semangat? Semangat dong masa belum coba udah patah semangat duluan? Gini dech aku bakalan bantu kamu untuk PDKT sama Tania. Itu pun kalau kamu perlu bantuan aku.” Tanya Nadia pada Bisma. “Serius? Kamu mau bantuin aku? Tanya Bisma ragu. Nadia hanya mengangguk dan Bisma langsung memeluknya. Nadia merasakan nyaman di pelukan Bisma dan tanpa sadar jantung Nadia berdegup kencang hingga membuat Nadia menjadi grogi dan langsung melepaskan pelukan Bisma. Bisma juga langsung melepas pelukan itu dan langsung pergi meninggalkan Nadia yang masih terdiam karena kejadian tadi. Setelah kejadiam itu Nadia membuktikan kata-katanya untuk membantu Bisma untuk PDKT dengan Tania. Nadia membuat Tania agar pulang bareng dan jalan bareng bersama Bisma. Tapi entah mengapa Nadia merasa sakit melihat Tania bersama Bisma. Tapi dia merasa perasaan itu hanya rasa cemburu sesaat karena sahabatnya telah lebih dulu memiliki kekasih. Ternyata usaha Nadia berjalan dengan lancer saat Bisma mengajak Tania untuk Dinner. Bisma langsung menembak Tania, dan Tania langsung menerimanya. Bisma sangat bahagia mendengarnya. Dan disaat yang bersamaan Nadia mulai berpikir kalau selama ini dia cemburu melihat Tania dan Bisma karena dia sebenarnya mencintai Bisma. Dan dia berpikir agar dia segera akan mengungkapkan perasaannya sebelum Bisma menembak Tania. Setelah mengantar Tania kerumahnya Bisma memutuskan untuk mampir ke rumah Nadia untuk memberitahu kabar bahagia itu. Setelah sampai di rumah Nadia, Bisma mengetuk pintu dan langsung di buka oleh Pembantu Nadia. Dan Bisma menunggu Nadia di ruang tamu, sedang pembantu Nadia sedang memanggil Nadia di kamarnya. “Non Nadia…Non Nadia?” kata Mbok sambil mengetuk pintu kamar Nadia. “Iya Mbok ada apa?” Tanya Nadia sambil membuka pintu. “Ada tamu yang mencari Non di bawah.” “Siapa, Mbok?” Tanya Nadia penasaran. Nadia segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu. Betapa terkejutnya Nadia melihat Bisma karena ini pertama kali Bisma datang kerumahnya dan malam-malam pula. Nadia sangat senang Bisma datang kerumahnya karena Nadia juga habis memikirkan Bisma dan ternyata Bisma datang kerumahnya. “Bisma?” Sapa Nadia mengagetkan Bisma. “Ekh…Nadia.” “Kamu ngapain malam-malam datang kerumahku? Ada perlu apa?” Tanya Nadia penasaran. “Aku hanya mau bilang terima kasih, karena selama ini kamu udah bantu aku agar bisa dekat dengan Tania. Berkat kamu aku dan Tania sekarang udah jadian.” Kata Bisma dengan bahagia. Nadia serasa di sambar petir mendengar apa yang di ucapkan Bisma. Nadia merasa menyesal dan bersalah kepada dirinya sendiri karena dia terlanjut mencintai Bisma dan sekarang Bisma sudah jadian dengan sahabatnya sendiri. Dan dia harus menghapus perasaan yang sudah terlanjur tumbuh dalam hatinya. “Nadia… Nadia.” Panggil Bisma pada Nadia, sambil melambaikan tangan di depan Nadia. Karena Nadia hanya diam dan tidak merespon apa yang dia katakannya. “Ekh… iya kenapa?” Tanya Nadia kaget. “Owh… iya sama-sama.” Sambung Nadia kembali. “Okey. Kalau begitu aku pamit dulu yach. Karena udah malam.” Kata Bisma sambil berdiri dan beranjak ke pintu. “Hati-hati dijalan yach.” Kata Nadia sambil menutup pintu rumahnya ketika Bisma sudah menjalankan mobilnya. Nadia segera masuk kekamarnya dengan berlinangan air mata. Ia sangat menyesal telah menjadi Mak Comblang antara Bisma dan Tania. Malam ini menjadi malam paling menyakitkan bagi Nadia. Karena dia telah menemukan cinta pertamanya tapi ia harus merelakan cinta pertamanya untuk sahabatnya sendiri. Dia tidak bisa memejamkan matanya karena rasa sakit yang dia rasakan. Dia terus menangis hingga pagi tiba. Dan dia memutuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini karena dia masih merasakan sakit yang mendalam. Nadia meng-SMS Tania dan memberittahukan kalau dia belum bisa sekolah hari ini. To Tania: Tan hari ini aku ngak skull ya!!! Coz aku demam nich. From Tania: Ap demam kmu parah? Kmu udah periksa ke dokter? Ntar pulang aq ksna yach. To Tania: Ngak parah kok. Tenang aja. Bisma sampai di sekolah dengan mobil sportnya. Dan dia segera berjalan ke kelasnya, sampai di kelas di langsung menghampiri Tania yang sedang duduk sendiri. “Met pagi sayang. Kok sendiri sich?” Sapa Bisma pada Tania. “Ekh… Bisma. Iya nich Nadia ngak masuk. Jadi aku ngak ada teman ngobrol.” Kata Tania dengan cemberut. “Ngak usah cemberut gitu kali,,, kan ada aku.” Kata Bisma gombal “Akh kamu bisa saja. Pagi-pagi udah gombal.” Kata Tania sambil tersipu malu. Saat pulang sekolah Bisma dan Tania datang kerumah Nadia untuk menjenguknya. Saat sampai di kamar Nadia, Nadia kaget melihat Tania datang bersama Bisma. Dia pikir Tania akan datang sendiri, tapi dia malah mengajak Bisma. Itu malah membuat hatinya semakin sakit. Tapi dia coba untuk memperlihatkan senyuman untuk sahabatnya itu. Walau hatinya merasakan sakit. “Nad, udah ngak Demam lagi? Udah mendingan? Udah minum obat?” Tanya Tania bertubi-tubi tanpa titik koma. “Tanyanya satu-satu dong. Iya aku udah ngak demam lagi, besok aku sekolah kok. Baru ngak ketemu sehari udah kaya ngak ketemu setahun dech.” Kata Nadia sambil tersenyum paksa. “Iya nich Nadia. Tania tadi di sekolah bawaaannya cemberut mulu, karena kamu ngak ada.” Kata Bisma sambil menggandeng Tania. “Bagaimana aku ngak cemberut. Aku merasa kehilangan kamu Nad, kamu kan udah aku anggap kakakku sendiri. Jadi kalau ngak ada kamu sehari sja serasa setahun.” Kata Tania sambil melepas gandengan Bisma dan memekuk Nadia. Mereka terus bercanda tawa bersama. Dan saat ada acara lomba menyanyi perkelas Bisma mewakili kelas kami untuk menyanyi. Dan sebelum Bisma menyanyi dia mengatakan kalau lagu ini lagu ciptaannya yang terinspirasi dari kekasihnya yaitu Tania Delsiana Putri. Mendengar itu aku merasakan cemburu yang sangat membuat ku kesal. Rasanya aku ingin namaku yang disebut Bisma dan bukan Tania. Tak terasa sudah tiga bulan Tania dan Bisma jadian dan Nadia sudah mulai merelakan sahabatnya itu bersama Bisma cinta pertamanya. Hingga suatu ketika Tania menceritakan kalau dia sebenarnya tidak tulus mencintai Bisma. Dia menerima Bisma karena dia tidak mau mengecewakan Bisma yang tulus mencintainya. Mendengar cerita Tania, Nadia merasa kecewa dengan sahabatnya dan dia merasa menyesal telah merelakan Bisma pada Tania. Dan Tania memutuskan akan segera mengakhiri hubungannya dengan Bisma. Karena dia tidak mau terus berbohong kepada Bisma. Dan Tania meminta Bantuan Nadia agar bisa putus dari Bisma. Nadia tidak habis pikir kalau dia mau menerima usulan Tania kalau dia yang telah membuat mereka jadian dan dia juga yang harus membuat mereka pisah. Tapi Nadia memilih menolak karena dia tidak mau ikut campur dalam urusan mereka. Tania merasa kecewa dengan Nadia karena menolak usulnya. Dan saat Nadia pergi kekamar mandi, Tania mengambil HP Nadia dan mengSMS Bisma kalau dia pengen putus dengan Bisma. Tania tidak memakai HPnya karena dia tidak berani menggunakan HPnya. To Bisma : Bis aq ingin mengakhiri hubungan kita. Karena aq merasa kurang cocok dngnmu, jadi dari pada kita lanjutkan lebih baik kita PUTUS!!! By Tania. Tania segera meletakkan kembali HP Nadia dan menghapus SMS yang dia kirim kepada Bisma, ketika Nadia keluar dari kamar mandi. Tania segera pamit pada Nadia kalau dia harus pergi karena ada urusan. Setelah Tania pergi tidak lama kemudian HP Nadia berbunyi menandakan SMS masuk. Nadia segera meraih HPnya dan membaca SMS itu. Dan betapa kagetnya dia membaca SMS dari Bisma. From Bisma : Nad tdk kusangka kmu brani mempermainkn perasaanku. Kmu membantu aku agar jadian dgn Tania dan kmu juga yg akn mengakhiri hubungan kmi. Nad knpa kmu kirim SMS kaya gitu? Ap kmu ngak suka aku jadiaan sma Tania? Klau kmu memang ngak suka knpa kmu bantu aq mendapatkan Tania? To Bisma ; Aq tdk mngerti ap maksud kmu ya Bis. Tpi aq ngak pernah SMS kmu hri ini. From Bisma: Sudahlah Nad aku kecewa denganmu. Ternyata diam- diam kmu mau menghancurkan hubunganku dgn Tania. I HATE YOU!!!. Nadia membaca SMS dari Bisma dengan menangis. Karena kini laki-laki yang dicintainya itu sangat membencinya. Nadia masih bingung apa maksud Bisma. Karena dia tidak merasa meng-SMS Bisma dan tiba-tiba Bisma marah-marah kepadanya tanpa alasan yang jelas. Besoknya di sekolah Nadia mencari Bisma untuk menjelaskan semuanya kalau dia tidak tahu apa-apa tentang masalah semalam dan menurutnya Tanialah yang melakukan itu semua. Setelah bertemu Bisma, Nadia mengajak Bisma untuk bicara berdua. Tapi Bisma malah cuek dan tidak memandangnya sedikitpun dia juga tidak mendengarkan Nadia yang sedang bicara dengannya. Nadia sakit dia merasa Bisma tidak menganggapnya. “Bis, lebih baik kamu pacaran sama Tania walaupun hatiku sakit. Tapi jangan kamu cuekin aku kaya gini BIs. Itu membuat hatiku lebih sakit Bis.” kata Nadia dalam hati. Setelah kejadian itu Tania dan Bisma beneran putus.Bisma pun memaafkan Nadia setelh mendapat penjelasan dari Tania. Nadia sangat senang karena Bisma telah memaafkannya dan dia juga punya kesempatan untuk bisa mendapatkan hati Bisma. Tapi semua harapannya pupus ketika Bisma memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke New York dan dia belum tahu pasti klau dia akan kembali atau tidak. Nadia sangat sedih mendengarnya. Pada hari keberangkatan Bisma, Nadia memutuskan kalau dia harus mengungkapkan perasaannya pada Bisma. Nadia memacu mobilnya untuk segera sampai ke Bandara sebelum Bisma berangkat. Setelah sampai di Bandara Nadia sibuk mencari Bisma kemana- mana. Sudah setengah jam Nadia mencari tapi dia belum juga menemukan Bisma. Nadia hampir menyerah ketika Bisma memanggilnya dari belakang. “Nadia?” panggil Bisma untuk meyakinkan kalu gadis yang dilihatnya itu benar-benar Nadia. “Bisma.” Kata Nadia setelah menoleh kebelakang dan melihat Bisma ada di hadapannya. Dan Nadia langsung memeluknya. “Kamu kenapa dating kemari? Apa kamu mencarika?” kata Bisma setelah Nadia melepas pelukannya. “Aku kesini karena ada yang perlu aku omoingin sama kamu.” Kata Nadia yakin. “Apa yang kamu perlu omoingin sama aku?” Tanya Bisma pada Nadia. “Sebenarnya aku sangat mencintai kamu Bis. aku mencintai kamu sejak kamu jadian dengan Tania tapi aku mencoba menhannya. Karena aku tidak mau merusak hubungan kalian. Tapi sekarang kalian sudah putus jadi aku punya kesempatan untuk mengungkapkannya.” Kata Nadia sambil meneteskan airmata. “Terima kasih karena kamu sudah mencintaiku. Tapi aku tidak bisa menerimamu. Bukan karena aku masih membencimu karena masalah yang kemarin. Tapi jujur aku tidak mencintaimu.” Kata Bisma “Aku tahu kamu pasti menolakku. Tapi yang penting bagiku aku telah mengungkapkan semuanya padamu. Sehingga aku bisa merasakan lega.” Kata Nadia sambil menghapus airmatanya dan berusaha tegar. “Kamu jangan sedih ya. Aku yakin kamu akan menemukan yang baik dariku. Aku Take Off dulu yach.” Kata Bisma samba memeluk Nadia dan berlalu pergi menuju pesawat yang akan segera berangkat. Nadia sangat sedih, bila menyadari kalau cintanya kembali bertepuk sebelah tangan. Cinta memang tak harus memiliki. Mengungkapkannya itu sudah baik bagiku dari pada harus memendam perasaan ini secara terus menerus. Oleh:Wida Silva Prameswari pada 16 September 2012 pukul 16:17 ·

    { 5 comments... read them below or Comment }

    Komentar Dengan Tatakrama ,,

  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    Yuiki Nicki Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan