• cerpen :: cinta dalam hati


    Mungkin ini memang jalan takdirku Mengagumi tanpa dicintai Tak mengapa bagiku Asal kau pun bahagia dalam hidupmu…. Pandangan mataku tertuju pada seorang wanita cantik yang duduk di bangkunya. Dia adalah wanita yang selama ini telah menumbuhkan rasa cinta dalam hati dan jiwaku, subur bagaikan benih yang disebar di ladang yang gembur. “Sungguh cantik dirimu hari ini. Dan kecantikanmu itu mampu membuatku merasakan getaran cinta yang ‘tak mampu terhitung dengan skala Richter,” pujiku dalam hati. Dia adalah teman sekelasku. Jadi kapanpun aku bisa untuk memandanginya, sekalipun pelajaran tengah berlangsung. Namun hanya sebatas memandang saja, tidak lebih. Dia hanyalah gadis yang kucintai tapi tidak mungkin aku miliki. Aku hanya memendam perasaanku ini padanya. Kasihan. Aku memeng sangat mencintainya tapi aku pun merasa ‘tak mampu untuk mengungkap sebuah kata yang pasti pernah dirasakan semua insan di dunia. Cinta. Ya, cintaku itu ‘tak bisa kuungkapkan padanya karena aku ini lemah. Miskin. Sedang dia? Dia adalah orang berkecukupan yang ‘tak pernah merasakan pahit getirnya berada dalam lingakaran kemiskinan. Dan -sangat bisa- dipastikan dia ‘tak kan bisa menjalani sebuah ikatan cinta denganku. Ya Tuhan, mengapa begitu berat beban asmaraku ini? Mengapa aku hanya mampu memendam cinta saja padanya dan itu berlangsung sudah lama. Begitulah celotehku bila terbayang lagi wajahnya di pikiranku. Namun itulah yang harus terjadi pada diri yang mempunyai rasa cinta yang begitu besar. Diam . ya, pastinya aku hanya bisa diam dalam keterpurukan perasaan yang suci ini. Mungkin memendamlah jalan terbaik. Memendam cinta ‘tak mengapa lah bagiku, mungkin karena aku bukan hanya sekali ini saja mengalaminya aku rela untuk menyimpan cinta yang bisa menghancurkan kebahagiaan. Aku rela kebahagiaan itu hilang demi dirinya, karena itulah arti cinta yang sebenarnya. Bukankah berkorban demi orang yang kita cintai itu lebih baik, lebih afdal? Meskipun pengorbanan itu adalah kebahagiaan sendiri. Meskipun –sebenarnya- menyisakan luka yang mendalam. Aku pun ‘tak pernah ingin jika dia tahu bahwa aku ada perasaan padanya. Bahkan sahabat-sahabatku pun ‘tak ingin kuberi tahu, kecuali kepada Mira. Itu pun karena Mira mendesakku untuk mengatakan siapa sebenarnya wanita yang disukai cowok seperti aku. “An, siapa sih, cewek yang kamu suka?” “Ah, jangan ngaco kamu. Aku tidak suka sama siapa-siapa.” “Jangan bohong kamu,” katanya tidak percaya. “Masak sih, aku bohong sama teman sendiri.” “Tapi aku tidak suka dan tidak bisa dibohongi, loh. Ayolah, masak kamu mau pake rahasia-rahasiaan sama teman sendiri.” “OK. Aku memang suka sama seseorang….” “Cewek itu sekelas sama kita…,” jawabku, lalu membisu kembali. Aku ‘tak kuasa menyebut nama wanita itu di depan Mira. Mulutku terasa terkunci. “Siapa?” desak Mira. Aku kumpulkan sedikit keberanian dan kekuatan untuk menyebut nama itu. “Ayu,” ucapku pelan penuh beban. “Apa?” Mira terperanjat kaget. Dan aku memang sudah menduga itu sebelumnya. “Iya.” “Terus apa rencana kamu selanjutnya? Nembak dia? Aku bisa bantu kamu kok. Dia ‘kan sahabatku.” “Mir, terlalu sulit aku untuk melakukan itu. Aku berpikir rasional. Hatiku memang cinta, namun apakah kamu tahu , kalau bibirku terbalut untuk mengatakannya? Aku tahu diri. Aku bukan tipe orang yang mau memperturutkan rasa namun akhirnya hanya akan menyakiti orang yang sangat aku sayangi hanya karena aku tak mampu memenuhi semua keinginannya. Bagiku dia memang adalah cinta sejatiku, belahan jiwaku. Aku hanya bisa berharap semoga saja waktu akan mampu mengubur pearsaanku padanya. Apa kamu tidak tahu, aku sangat berbeda dengannya. Aku bagaikan pungguk merindukan bulan,” kucurahakan semua perasaanku. “Mir, please jangan sekali-kali katakan semua ini pada Ayu. Aku percaya kamu.” Hari- hari pun masih kulalui dengan tetap mengaguminya. Sang waktu yang kutuggu belum juga datang untuk menyingkirkan perasaanku. Biarlah aku memendam saja, meskipun aku tahu ada Mira yang bisa membantu aku keluar dari tersiksanya memendam sesuatu yang mutlak untuk dimiliki. Ayu hanya menjadi bayangan semu di dalam hatiku, harapan yang ‘tak bisa terwujud. Kisahku pun ‘tak terukir dalam lembaran sejarah bersamanya. Indahnya kisah romantika cinta yang menghiasi televisi dan mewarnai bioskop ‘tak seindah denganku. Kisah cinta sejati Romeo dan Juliet ‘tak pernah kualami. Perjuangan cinta abadi Rama dan Sinta pun ‘tak pernah kudapatkan dalam hidupku. Aku hanya menjadi penonton setia saja. Aku berdiri dari tempat dudukku dalam kelas. Wajah Ayu yang memang ayu di sudut ruangan kelas ini berseri dengan senyuman khasnya yang menarik. Senyuman manis itu adalah embun yang menyejukkanku setiap hari di dalam kelas yang bersuhu panas ini. Aku tetap berharap dia ‘tak ‘kan pernah tahu hal ini walaupun sahabatnya sendiri sudah tahu. Aku percaya sama Mira. Tapi…. Apa aku ini bodoh? Tolol? Jembatan kokoh untuk mendapatkan Ayu sudah ada di depanku, tetapi mengapa aku tetap saja memilih untuk membungkamkan perasaan ini, kenapa aku mesti menjebak diriku sendiri dalam cinta terpendam yang menyakitkan hati? Mengapa aku lebih menyukai untuk berharap pada sesuatu yang ‘tak pernah terwujud? Apakah ini namanya cinta yang ‘tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya? Terdengar jelas lantunan lagu Cinta Dalam Hati miliknya Ungu di telingaku. Sejenak aku menikmatinya. Lagu itu seperti apa yang aku rasakan, seperti yang aku derita dan sangat tepat untuku. Apa mungkin hal serupa bukan cuma aku saja yang mengalaminya? Mungkin. Tapi apakah banyak yang sedahsyat yang aku alami, apakah ada yang tetap bertahan sekian tahun seperti aku? Bertahan dalam asa dan harapan yang ‘tak pasti. Apakah ada yang sudah menganggap cinta terpendamnya itu adalah cinta sejati, belahan jiwa, bintang hati namun sebatas cinta dalam hati saja? Entahlah. oleh: Wida Silva Prameswari pada 16 September 2012 pukul 16:02 ·
  • cerpen...1609

    Saat pertama kali berbicara dengan Randika, ucapannya begitu sombong, terkesan meremehkan orang lain. Memang wajahnya sangat tampan, berkulit putih, dan tinggi atletis. Rambutnya yang lurus dan hitam berstyle korea sangat keren di mataku. Tapi bukan itu yang membuatku tertarik padanya. Oke, aku tidak munafik, aku memang suka wajahnya yang tampan. Tapi aku lebih suka pada sikapnya yang sedikit angkuh, penuh percaya diri, jujur, setia kawan, dan berpengetahuan luas. Entah kenapa, baru kali ini aku sangat nyambung dan nyaman berbicara dengan cowok. Rasanya aku ingin terus mengobrol dengannya, soal apa saja. Mulai dari obrolan yang sangat tidak penting, sampai obrolan yang sedikit penting. Rasanya waktu di kampus untuk mengobrol dengannya sangat sedikit. Aku ingin bertemu setiap saat, ingin mengobrol setiap saat. Saat aku mengirim sms padanya untuk pertama kalinya, jantungku berdebar tidak karuan. Apalagi saat ia membalas smsku, jantungku sepertinya hampir melompat keluar. Meskipun ucapannya pedas, tapi ia sering menasihatiku tentang banyak hal. Seperti misalnya, “Kau tahu, semua lelaki itu pembohong besar. Banyak rayuan dan tipu muslihat. Sebaik-baiknya lelaki, pasti punya tipu muslihat. Mulut manis tapi hati berkata lain. Ya seperti aku aku ini.” “Yah, aku tahu.” ujarku malas- malasan. “Aku serius. Yah, lelaki yang benar-benar baik memang ada, tapi sangaaaat jarang. Seperti temanku, Key.” Aku tertawa menanggapi. Menurut Randika, Key yang baik, pendiam, dan pemalu menyukaiku. Tapi aku tidak suka padanya. Tentu saja, saat ini kan aku sedang tertarik pada Randika! “Benar, Key itu baik. Kenapa kau tidak mencoba dengannya?” “Sudahlah, jangan bercanda terus.” “Coba saja tanya padanya. Atau kau dekati dia lalu kaulihat apa reaksinya.” Aku menatapnya dengan senyum. “Aku tidak suka padanya.” Randika mengangkat bahu. Aku bersaing secara sportif dengan Hana, temanku, untuk memperebutkan Randika. Lucu sekali…. “Hai, lagi pada ngapain, nih?” Seorang perempuan datang mendekat dengan gayanya yang tomboy dan menyenangkan, Deswita. Aku, Hana, dan Deswita berteman dan ia tahu bahwa aku dan Hana menyukai Randika. Ia sangat dekat dengan Randika. Deswita menyayangi dan memanjakan Randika seperti adiknya sendiri, meskipun ia sudah mempunyai pacar, Farhan namanya. Tapi terkadang aku melihat Deswita lebih senang bersama Randika dibanding dengan pacarnya sendiri. Tapi tentu saja itu hanya pikiranku sendiri, karena tidak ada yang tahu isi hati orang. Aku dan Hana sangat penasaran dengan isi hati Randika terhadap Deswita. “Aku hanya menganggapnya kakak.” “Bohong, ah.” Aku menatap matanya yang cokelat, mencari kebenaran. “Kalian ini, kenapa selalu menanyakan hal itu terus- menerus, sih?” Randika tertawa. “Aku jadi tidak nafsu makan nih.” “Maaf….” Randika tertawa. “Aku hanya bercanda, kok.” Lalu ia meneruskan makan nasi gorengnya di kantin yang ramai. Saat ulang tahun Randika, kami bertiga; Deswita, aku, dan Hana merencanakan ulang tahunnya diam-diam. Membuat pesta kejutan kecil-kecilan dengan kue dan kado. Sebenarnya ini rencana Deswita. Aku dan Hana hanya memberinya kado sedangkan Deswita memberi kado sekaligus kue ulang tahun. Aku sedikit iri, tapi aku mencoba menelan rasa iriku itu. Randika sangat terkejut dan terharu. Apalagi saat Deswita memberinya kado. Aku menatap wajah Randika yang berseri-seri saat menatap Deswita. Bebarapa minggu kemudian aku mendengar kabar bahwa Deswita putus dengan Farhan, membuat hatiku was-was. Aku selalu melihat Randika menenangkan hati Deswita yang sedih. Banyak cewek yang mencemooh Deswita, mengatakan bahwa Deswita putus dari Farhan karena Randika. Tapi aku tidak memercayainya, karena aku tahu sifat Deswita. Ia mungkin sedikit suka pada Randika, tapi itu bukan cinta. Aku tahu Deswita memang akrab dengan banyak lelaki karena itu aku tahu Deswita tidak menganggap Randika lebih daripada adik. “Munafik, Deswita itu cintanya pada Randika, bukan Farhan.” ujar Tasya, sahabat Farhan. “Tidak begitu. Deswita hanya menganggap Randika adik.” “Kau temannya, jelas kau membelanya!” “Kau juga teman Farhan, jelas kau membelanya. Mungkin ada alasan lain kenapa mereka putus.” Aku menatap kesal pada Tasya. Aku kembali bertanya tentang isi hati Randika. Dan ia tetap menjawab, “Hanya kakak.” “Sungguh?” Ia mengangguk. “Ada cewek yang kausuka?” “Tidak ada.” Aku tersenyum senang mendengarnya. Tapi entah kenapa aku begitu polos entah bodoh percaya saja pada ucapannya. Karena dua minggu kemudian (aku baru saja datang dari kampung halaman─menghabiskan liburan) aku mendengar kabar dari Hana bahwa Randika dan Deswita jadian. Aku sangat shock mendengarnya. “Kau bohong, kan, Na?” “Aku tidak bohong. Aku tahu hatimu sangat sakit saat ini. Tapi kau harus tenang. Deswita tidak bilang padamu karena ia menunggu saat yang tepat untuk mengatakannya padamu. Ia tidak ingin gara-gara ini kau memusuhinya.” “Kau sendiri bagaimana? Bukankah kau sangat menyukai Randika?” “Aku menyukai Randika yang menyukai Deswita.” ujarnya tenang. “Apa maksudmu?” Airmataku sudah tak terbendung lagi. Mata juga hatiku terasa panas. Deswita memegang bahuku dengan sabar. “Aku sudah punya feeling dari dulu bahwa Randika menyukai Deswita. Tapi aku diam saja, aku tidak ingin membuatmu putus harapan. Dengar, Tiwi, kau jangan mengungkit apa pun pada Deswita sampai ia sendiri bicara padamu.” Aku menggigit bibirku, aku terisak saat berkata, “aku tidak mau percaya ini, Na!” Aku menangis di bahu Hana, lalu ia menepuk-tepuk bahuku. *** “Kau pengkhianat.” Aku menatap benci pada Deswita. “Maaf…tapi aku tidak mengkhianati siapa-siapa.” Deswita menatapku. “Kaubilang kau tidak menyukainya! Kaubilang kau hanya menganggapnya adik! Dan kau sangat tahu perasaanku padanya!” “Tiwi….” Deswita tetap menatapku. “Aku sudah berulang kali menolak pernyataan cintanya, karena aku hanya menganggapnya adik, percayalah.” “Lalu kenapa akhirnya kau terima cintanya?” “Ia bilang ingin diberi kesempatan untuk masa percobaan….” Deswita menatapku dengan bola matanya yang hitam dan meneduhkan. “Setelah aku putus dengan Farhan, ia terus menghiburku. Lalu ia bilang padaku bahwa ia menyukaiku sejak pertama kali bertemu, namun mulai jatuh cinta padaku saat aku memberinya kue ultah dan kado. Ia terharu dan salah paham akan perhatianku itu….” Deswita tersenyum. “Aku ingin mencoba mencintainya, Tiwi.” Aku menarik napas, mencoba menahan airmataku yang hampir tumpah. “Baiklah, aku mengerti.” Lalu aku langsung pergi meninggalkan Deswita yang duduk termangu di bangku taman kampus. Malamnya aku melihat Deswita dan Randika berduaan di taman kampus. Hatiku terasa sakit melihatnya. Dengan menahan airmata kuucapkan selamat pada mereka berdua. Lalu aku permisi ke kantin. Airmataku kembali menetes untuk kesekian kalinya. “Tegar, dong, Tiwi.” “Aku nggak bisa secepat itu tegar, Na. Aku ingin pulang kampung lagi, menenangkan diri.” “Pengecut.” “Apa kaubilang?” “Jangan lari dari masalah! Kau harus hadapi kenyataan, kalau kau kalah bersaing dengan Deswita. Lagipula…masih banyak cowok yang jauh lebih baik dari Randika.” Aku menatap Hana dengan pandanganku yang buram karena airmata. Aku melihatnya berdiri tenang, mencoba mencari tahu isi hatinya. Mungkin ia lebih sakit hati dariku? Bagaimana ia bisa bersikap tenang begitu? Bagaimana cara Hana menyembunyikan isi hatinya yang galau? “Butuh waktu untuk memulihkan rasa sakit hatiku….” Malam itu aku tidak bisa tidur. Lalu keesokannya aku menemui Deswita. “Kalian memang pacaran, tapi izinkan aku untuk menyukai Randika.” “Tiwi, jangan begitu….” “Aku takkan mengganggu. Jadi biarkan aku mencintainya. Sampai aku menemukan cinta yang lain.” “Baiklah, terserah kau saja.” ucap Deswita akhirnya, dengan sedikit rasa cemburu. Aku tersenyum. Lalu aku permisi ke kantin untuk membeli es teh manis, sekedar menghilangkan kegugupanku. Di sana aku bertemu Randika yang sedang makan siang. “Kau belum pedekate juga pada Key?” “Ah…aku malas untuk berpacaran….” dalihku. “Sekarang ini ada lelaki yang sedang menyukaimu dan mengharapkanmu. Kenapa tidak menyambutnya? Nanti giliran kau mulai menyukai Key, Key malah berpaling pada cewek lain dan meninggalkanmu.” “Sadis sekali kata-katamu.” Aku agak takut juga mendengar nasihatnya. Randika tertawa. “Percayalah padaku.” “Aku tidak ingin terburu-buru… biar waktu yang menjawab, Dika.” Randika mengangkat bahu lalu melanjutkan makannya. Aku tersenyum memerhatikan Randika yang makan. “Apa, lihat- lihat? Sana pergi, ganggu orang makan saja.” Randika pura-pura mengusirku. Aku tertawa lalu aku pergi meninggalkannya menuju kelas untuk kuliah. Tidak apa-apa kan jika aku mencintai Randika? Mungkin aku bodoh, tapi saat ini aku masih ingin mencintainya, masih ingin mengobrol dan bercanda dengannya, menikmati ucapannya yang pedas serta nasihat-nasihatnya yang meyakinkanku…. karya: Wida Silva Prameswari
  • MOTIVASI kesuksessan

    Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu? “Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri” Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul. Komunikasi juga merupakan inti dari percakapan coaching dimana seorang coach perlu mampu mendengarkan, bertanya, dan menggali informasi dari kliennya dengan tujuan agar ide-ide baru muncul yang berguna bagi kemajuan si klien tersebut, Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi? Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri. Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja. Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun: 1. Selalu konsisten Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi. 2. Bertanggung jawab Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda. 3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama. 4. Fokus pada proses, bukan tujuan Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan. Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.
  • separuh aku :(

    Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali

    Kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani

    Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu

    Aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia

    Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu

    Karena separuh aku dirimu

    Ku ada di sini, pahamilah kau tak pernah sendiri

    Karena aku selalu di dekatmu saat engkau terjatuh

    Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu

    Aku ingin kau pahami cintamu bukanlah dia

    Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu

    Karena separuh aku dirimu

    Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu

    Karena separuh aku, menyentuh laramu

    Semua lukamu telah menjadi milikku

    Karena separuh aku dirimu

    Noah_separuh aku :(

  • motivasi :)

    Ingatlah selalu hal yang membedakan seorang yang mulia dan seorang yang bodoh : Orang Bijak selalu menyalahkan dirinya, orang bodoh akan menyalahkan orang lain.

    Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan. Begitu juga dengan seorang pemalas, yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.

    Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum te

    ntu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga, belum tentu bagus.

    Yang kemarin, hanya ada dalam ingatan. Untuk besok, hanya kamu yang mampu dengan harapan. Yang sekarang, ini adalah yang sebenarnya. Dimana kamu harus terima, dengan penuh kesadarannya. Siapa sekarang yang tidak ingin membuka mata, besokpun akan tetap buta.

    Janganlah mencari Tuhan karena anda membutuhkan jawaban. Carilah Tuhan karena anda tahu bahwa Dia lah jawaban yang anda butuhkan.

    Sebenarnya Anda lebih berani dari yang anda duga, lebih kuat dari yang anda tahu, dan lebih pintar yang anda kira, namun itu semua tersembunyi dibalik diding tipis bernama keragu-raguan.

    Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah.

    Diam Bukanlah kelemahan, jika di iringi dengan perbuatan dan hasil nyata.

    Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya.

    Harapan tinggallah harapan jika tidak disertai tindakan, impian tinggallah impian jka tidak selaras dengan kemampuan.

    Hanya karena kamu mendengar apa yg dilakukan seseorang, tak berarti kamu bisa menghakiminya. Kamu tak tahu apa yg telah dilaluinya.

    Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

    Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.

    Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.

    Matahari yang sebesar itu pun perlu bulan untuk bisa menerangi setiap sudut bumi.

    Seseorang tak akan pernah bisa mencintai Anda dengan tulus dan apa adanya, jika Anda selalu menyembunyikan kekurangan Anda darinya.

    Hidup ini seperti piano.Berwarna putih dan hitam. Namun,ketika Tuhan yang memainkannya,Semuanya menjadi indah.

    Saat anda mendapatkan yang biasa ketika mendambakan yang terbaik, bersyukurlah, karena anda tidak mendapatkan yang terburuk.

    "Kegagalan adalah peluang untuk hal yang lebih baik. Kegagalan adalah batu loncatan untuk pengalaman yang berharga. Suatu hari nanti Anda akan bersyukur untuk beberapa kegagalan yang anda alami. Percayalah, ketika satu pintu tertutup untuk anda, sebenarnya pintu yang lain selalu terbuka"

    Melihat kebelakang akan membawa kejelasan di depan. Belajar dari kesulitan dulu akan membawa berkah sekarang dan nanti.

    Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana.

    "Keyakinan adalah percaya dengan apa yang tidak kita lihat, dan upah dari keyakinan adalah melihat apa yang kita yakini."

    Kesedihan adalah ibarat terdampar di gurun pasir. Hal terbaik adalah berusaha keluar dari gurun pasir tersebut.

    Inti dari kebahagiaan adalah kumpulan kebahagiaan dari hal-hal kecil.

    Sebenarnya sangatlah mudah menjadi Bahagia. Kebahagiaan akan datang saat kita memaafkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Tidak pernah ada orang egois dan tidak tahu berterima kasih mampu merasakan bahagia, apalagi membuat orang lain bahagia. Hidup ini memberi, bukan meminta."

    Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dimana setiap menit hidup dilalui dengan cinta, dan rasa syukur.

    Jangan takut akan bayangan, karena bayangan berarti ada suatu cahaya yang bersinar di dekatnya.

    Masa-masa terbaik dalam hidup adalah saat kita mampu menyelesaikan masalah sendiri, Masa-masa suram kehidupan adalah saat kita menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi.

    "Manusia seperti puluhan kolam, masing-masing memantulkan cahaya dari bulan yang sama."

    "Kebijaksanaan adalah pemahaman nilai-nilai abadi dan nilai-nilai hidup."

    "Kebaikan adalah lebih penting daripada kebijaksanaan, dan menyadari hal ini adalah awal dari kebijaksanaan."

    Bijaksana adalah kumpulan dari perjalanan hidup kita. Kebijaksanaan tidak bisa dicari, tidak bisa diberikan, dan tidak bisa dibagikan. Kebijaksaan adalah diri kita sendiri.

    Jika anda merasa pendapat anda tidak didengar, ketahuilah, sebenarnya anda tengah belajar untuk menghargai.

    Setiap kejadian-kejadian kecil hidup kita adalah bagian dari harmoni total alam semesta, semuanya sudah ada yang mengatur dengan sempurna. Jalanilah hidup apa adanya.

    Orang Bijak adalah orang yang menyimpan kebijakannya untuk dirinya sendiri.

    Bicaralah dari hati dan dengan hati, karena hati bisa mendengar lebih tajam daripada telinga.

    Jangan terlemahkan oleh angin permasalahan. Layang-layang mampu terbang tinggi karena berani melawan angin. Hanya layang-layang yang putus benang yang hanyut oleh angin.

    Jika anda merasa tidak memiliki hal yang berharga, ketahuilah, anda memiliki hal yang tak ternilaikan, yaitu senyuman.

    Jika anda melalui hidup anda tanpa masalah, ketahuilah, anda melewatkan masa terindah hidup anda.

    Berjalan lah seperti kau tak membutuhkan uang, mencintailah seperti kau tak pernah terluka, berdansalah seperti tak ada orang yang memperhatikan.

    Saat kau berpikir tentang orang yang cantik dan tampan, pikirkanlah bahwa kau adalah bagian dari mereka.

    Berbuat baik pada orang lain lebih sulit daripada berperang melawan penjajah.

    Mengucapkan Maaf hanya mampu dilakukan oleh orang-orang pemberani.

    Anda harus jadi ulat terlebih dahulu jika ingin menjadi kupu-kupu

    Kekuatan bukanlah tentang memukul sekuat tenaga, tetapi tentang ketepatan sasaran.

    Kemenangan adalah bagian terkecil dari sebuah pertandingan.

    Pemenang bukannya tak pernah gagal, tetapi tidak pernah menyerah.

    Tuhan telah memberikan kita Ikan, tinggal kita yang harus memgail untuk mendapatkannya.

    Keindahan sejati tak bisa dilihat oleh mata, hanya hati yang mampu merasakan keindahan sebenarnya.

    Waktu akan terasa lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu panjang bagi yang gelisah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Namun Waktu adalah keabadian bagi yang mereka mampu bersyukur.

    Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Fokuslah pada kelebihan kalian, jangan fokus pada kekurangan kalian.

    Jika anda telah berusaha untuk mengubah sesuatu namun tetap tak berhasil, cobalah untuk mengubah pandangan anda.

    Melepaskan orang yang di cintai jauh lebih sulit dibanding menerima cinta yang baru bagi hatimu.

    Ketika anda tulus mencinta, tak akan pernah ada kata menyerah. Meski pikiran ingin berputus asa, namun hati tetap ingin mencoba.

    Jangan terlalu lama menangisi apa yg telah terjadi. Hal yg kamu tangisi saat ini mungkin hal yang akan kamu syukuri suatu saat nanti.

    Jika kamu meninggalkan seseorang, berikanlah alasan. Tak ada yg lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tapi tak ada penjelasan.

    Dalam hidup, anda tak akan selalu mendapatkan apa yang paling anda inginkan, terkadang anda hanya mendapat pelajaran yang sebenarnya lebih anda butuhkan.

    Sesuatu yang tampak adalah hal yang tak akan pernah kekal. Mata, telinga dan bibir tak dapat bercerita lebih panjang dari usia manusia.

    Aku lebih takut kepada orang yang melatih 1 buah jurus tendangan 1000 kali, daripada kepada orang yang berlatih 1000 jurus tendangan 1 kali. - Bruce Lee

    Orang pintar bukanlah orang yang menuntut ilmu setinggi langit untuk mendapatkan ijasah, namun orang yang berusaha sekuat tenaga hingga mampu mempekerjakan dan menggaji orang yang menuntut ilmu setinggi langit untuk mendapatkan ijasah.

    Sebenarnya Tuhan menurunkan Keajaiban dan mukjizat setiap waktu bagi kita yang mau berpikir dan berusaha, yaitu "Kesempatan".

    Wanita dewasa bukanlah dia yg ingin terlihat sempurna utk semua pria, tapi dia yang ingin terlihat cantik untuk satu pria yang dicintainya.

    Percayalah, hari ini akan lebih indah daripada kemarin jika kita mengawalinya dengan doa dan senyuman.

    Sebuah senyuman dapat terjadi secepat kilat, namun kenangannya mampu bertahan seumur hidup. Senyumlah.

    Teguran dan Kritikan itu ibarat obat. Terasa pahit awalnya, tetapi akan terasa khasiatnya ketika sudah diminum.

    Ujian kehidupan itu tidak lebih sulit daripada ujian anak Sekolah Dasar, karena kita tidak dilarang untuk bertanya kepada teman, menyontek atau meniru, ataupun minta bantuan orang. Jadi, kenapa harus takut menghadapi ujian dalam kehidupan?

    Hidup bukanlah tentang meratapi dan menunggu hujan badai berlalu, tapi tentang bagaimana kita menikmati dan belajar menari dalam hujan.

    Indahnya hidup bukan karena Seberapa Banyak orang yang mengenal kita, namun Seberapa Banyak orang yang berbahagia karena kita.

    Sejatinya, dalam cacian dan makian terbersit sebuah pujian yang merupakan kebalikan dari cacian dan makian tersebut.

    Lakukanlah yang terbaik sekarang, karena sebenarnya waktu sangat cepat berlalu. Jangan sampai kita menyesali saat waktu sudah tak lagi bersahabat dengan kita.

    Berani berlayar Tanpa mengetahui teknik berlayar, Tanpa Kemampuan membaca peta, dan Tanpa Kemampuan memprediksi arah angin dan cuaca adalah hal yang Nekad dan Konyol.

    Dibalik kebencian orang terhadap kita, sebenarnya terdapat kekaguman atas yang tidak mereka mampu atau miliki pada diri kita.

    Belajarlah dari kesalahan orang lain. Karena Anda tidak akan pernah punya cukup waktu dan dana untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri.

    Pengalaman Bukanlah Apa yang Terjadi pada diri Kita, tetapi adalah Apa yang Kita Lakukan atas apa yang Terjadi.

    Hanya Butuh Sedikit Perbedaan (0,02 detik) ketika Usain Bolt (9,72 detik) memecahkankan rekor dunia balap lari 100m yg dipegang oleh Asafa Powell (9,74 detik) pada tahun 2008. Demikian juga dalam hidup, Hanya Butuh Sedikit Perbedaan pola pikir dan tindakan untuk mengubah diri kita dari seorang Pecundang menjadi seorang Pemenang.

    Berhentilah mencari alasan kenapa anda tidak sukses, mulailah mencari jawaban bagaimana agar anda sukses.

    Percayalah semua masalah dan rintangan yang kita hadapi bukanlah untuk melemahkan kita. Justru ini akan menjadikan kita lebih kuat, lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih sabar dan lebih beriman.

    Mereka yang disaat muda sibuk membeli barang yang tidak diperlukannya, maka disaat tua akan sibuk menjual barang yang diperlukannya.

    Jika Cobaan sepanjang Sungai, maka Kesabaran itu seluas Samudra. Jika Harapan sejauh Hamparan Mata memandang, maka Tekad mesti seluas Angkasa membentang. Jika Pengorbanan sebesar Bumi, maka Keikhlasan harus seluas Jagad Raya.

    kita selalu terpaku pada pikiran bahwa kita harus lebih baik dari orang lain. Namun sejatinya adalah kita harus menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin. - Dudi Jaya

    Kadang kita terlalu fokus terhadap kelemahan kita, dan melupakan kelebihan yang kita miliki. Padahal setiap manusia diciptakan untuk menjadi pemenang dengan semua kelebihan yang dimiliki.

    gagal bukanlah karena kita tidak bisa, tapi karena kita tidak mau untuk menghindari kegagalan. dan satu-satunya cara menghindari kegagalan adalah menggapai kesuksesan.
    Dan untuk menggapai kesuksesan, kita harus bisa menaklukkan rintangan, kesulitan, cobaan dan godaan, kerena rintangan, kesulitan, cobaan dan godaan bukanlah penghalang, tetapi bensin yang akan menambah bara kesuksesan.

    Sangat sulit untuk menjadi nomer satu, namun jauh lebih sulit untuk menjadi dirimu sendiri.

    Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya adalah sebab dan akibat. Seperti kesuksesan datang akibat dari ketekunan dan kegigihan dan Kemiskinan datang akibat kemalasan dan kebodohan.

    Semoga kata kata Mutiara diatas mampu memberikan manfaat positif bagi anda dan kehidupan anda. Kata-kata mutiara terbaik sepanjang masa ini akan terus ditambah, sehingga jangan lewatkan untuk terus berkunjung ke blog ini.
     
     
     
     
    ^_^
  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    Yuiki Nicki Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan